“ANALISIS AGRIBISNIS BUDIDAYA IKAN MAS”

29 Apr

 OLEH: PUTRA PRATAMA (E2D011119)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan mas atau common carp adalah salah satu jenis ikan air tawar. Bentuk tubuhnya panjang dan agak bulat dengan kepala kecil, punggung tinggi dan seluruh badannya bersisik besar. Nama lain dari ikan mas adalah karper, tombro, rayo, ameh, dan masmasan. Ikan mas bisa dibilang ikan nomor satu di Indonesia, karena konsumennya sangat banyak, mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Ini wajar, karena daging yang tebal rasanya sangat lezat, dan kandungan gizinya tergolong tinggi. Terlebih lagi bila dimasak dengan berbagai variasi masakan, tentu saja akan mengundang selera makan penggemarnya.
Selain itu, ikan mas sering digunakan sebagai alat hiburan bagi oleh orang-orang yang punya hobi memancing. Ikan mas sudah dibudidayakan sejak puluhan tahun yang lalu, dan bukan ikan aneh bagi orang Indonesia. Karena konsumennya sangat banyak, maka permintaan pasar ikan mas tak pernah surut, sedangkan suplaynya selalu kurang. Keadaan ini menjadikan harga ikan mas tetap tinggi, lebih tinggi dari biaya produksi.

Melihat kondisi diatas, maka perlu dilakukan analisa agribisnis, khususnya subsistem budidaya sehingga dapat memaksimalkan produksi ikan mas.

1.2. Tujuan

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis subsistem budidaya agribisnis dalam proses budidaya ikan mas.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam proses pemijahan hal yang perlu diperhatikan ialah ; Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 oC.  Diperlukan bahan penem pel telur seperti ijuk atau tanaman air. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebaga i patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi. Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan (DAMANA, 1990).

Dalam proses pemijahan ikan mas , ikan dirangsang dengan cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan ini memijah secara alami atau dengan rangsangan hormon. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemijahan ikan mas adalah :

Mencuci dan mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam). Mengisi wadah pemijahan dengan air setinggi 75-100 cm. Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak atau di kolam. Memasukkan induk Ikan Mas jantan dan betina siap pijah. Jumlah induk Ikan Mas betina yang dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih  dan luas kolam yang akan digunakan dalam pendederan. Mengangkat induk yang memijah dan memindahkannnya ke kolam pemeliharaan induk (GUNAWAN, 1988).

Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas  dilakukan setelah telur-telur hasil mijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk suai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan (SANTOSO, 1993).

Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam keramba Jaring Apung yang biasa dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring dalam suatu perairan akan sangat menunjang berhasilnya proses produksi. Beberapa karakteristik perairan yang tepat antara lain : Air bergerak dengan arus terbesar, tetapi bukan arus kuat, Penempatan jaring dapat dipasang sejajar dengan arah angin, Badan air cukup besar dan luas sehingga dapat menjamin stabilitas kualitas air, Kedalaman air minimal dapat mencapai jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan 1,0 meter, Kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 270C sampai 300C, oksigen terlarut tidak kurang dari 4,0 mg/l, dan kecerahan tidak kurang dari 80 cm (SUMANTADINATA, 1981).

Penebaran larva atau benih dilakukan pagi hari, saat suhu air rendah, yaitu antara pukul 06.00 – 07.00. Tujuannya agar larva atau benih tidak stress akibat suhu tinggi. Larva atau benih yang ditebar terlalu siang bisa strees akibat kepanasan. Padat tebar setiap tahapan pendederan berbeda-beda, tergantung dari ukuran dan umur benih. Pada pendederan pertama, larva ditebar dengan kepadatan antara 100 – 200 ekor/m2, pendederan kedua 50 – 75 ekor/m2, dan pendederan ketiga 25 – 50 ekor/m2. Agar jumlahnya diketahui, sebelum ditebar larva atau benih dihitung terlebih dahulu. Cara menghitungnya harus hati-hati, karena kondisi tubuhnya masih lemah dan mudah terluka (SUSENO, 1999).


 

BAB IV

TINJAUAN EKONOMIS

Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m2 (kapasitas 1000 ekor) selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.

1) Biaya produksi
a. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-
b. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-
c. Pakan :         – Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,-     Rp.    225.000,-
– Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,-            Rp.      95.000,-
– Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,-       Rp.      75.000,-
– Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,-   Rp.     140.000,-
– Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp.     280.000,-
– Obat-oabatan                                                        Rp.      10.000,-
d. Peralatan                                                                          Rp.      50.000,-
e. Lain-lain                                                                           Rp.    150.000,-
Jumlah biaya produksi :                             Rp. 2.625.000,-

2) Pendapatan
a. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,-                        Rp.    400.000,-
b. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,-                      Rp.    750.000,-
c. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,-                  Rp. 2.500.000,-
Jumlah pendapatan :                                    Rp. 3.650.000,-

3) Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,-
a. Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-
4) Parameter kelayakan usaha B/C ratio 1,39

BAB V

PENUTUP

Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama  dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalamhal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sector perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

DAFTAR PUSTAKA

DAMANA, Rahman. 1990. Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif  dalam  Sinar Tani. 2 ,Juni 1990 hal. 2

GUNAWAN.  Mengenal  Cara   Pemijahan  Ikan   Mas  dalam   Sinar  Tani.  27 Agustus 1988 hal. 5

http://solusiikanmas.blogspot.com

http://www.iaspbcikaret.org

http://www.mustang89.com

RUKMANA, Rahmat. 1991. Budidaya Ikan Mas, Untungnya Bagai Menabung Emas dalam Sinar Tani. 13 Februari 1991 hal. 5

RUKMANA, Rahmat. 1992. Prospek Usaha Ikan Mas Menggiurkan Dan Menguntungkan dalam Suara Karya. 18 Februari 1992 hal. 7

SANTOSO, Budi. 1993. Petunjuk praktis : Budidaya ikan mas. Yogyakarta : Kanisius.

SUMANTADINATA, Komar. 1981. Pengembangbiakan ikan-ikan peliharaan di Indonesia. Jakarta : Sastra Hudaya.

SUSENO, Djoko. 1999. Pengelolaan usaha pembenihan ikan mas, cet. :7. Jakarta : Penebar Swadaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: