ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS ITIK (anas spp) Di Kabupaten Lebong

2 May

 

Oleh :  MARTHALINDA DWI PUTRI.  SP (E2DO11115)

I.  PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Itik ( Anas spp) merupakan salah satu jenis unggas di Indonesia yang dibudidayakan oleh masyarakat seperti halnya ayam. Di Indonesia selain itik dikenal juga unggas sejenis yang dikenal dengan sebutan bebek atau entok.Itik berasal dari Amerika yang kemudian berkembang dibeberapa negara termasuk Indonesia. Itik di Indonesia awalnya berasal dari Jawa. Sementara di Inggris dikenal dengan nama Indian Runner (Anas javanica). Berbagai jenis itik lokal dikenal penamaannya berdasarkan tempat pengembangannya, wilayah asal dan sifat morfologis seperti itik Alabio (dari Kalimantan Selatan), itik Tegal, itik Mojosari dan Itik Maros dll. Pada umumnya tujuan pemeliharaan itik adalah untuk menghasilkan telur. Masyarakat beternak itik dengan skala kecil atau  peternakan itik rakyatatau itik kampung, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

Ternak itik merupakan salah satu komoditi unggas yang mempunyai peran cukup penting sebagai penghasil telur dan daging untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah didapat. Di Indonesia, itik umumnya diusahakan sebagai penghasil telur namun ada pula yang diusahakan sebagai penghasil daging. Peternakan itik didominasi oleh peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional di mana itik digembalakan di sawah atau di tempat-tempat yang banyak airnya, namun dengan cepat mengarah pada pemeliharaan secara intensif yang sepenuhnya terkurung atau memiliki kandang dan luasan lahan terbatas.

Pergeseran pola atau sistem budidaya itik ini disebabkan oleh berkurangnya tempat penggembalaan antara lain karena makin intensifnya penanaman padi di sawah, konversi atau alih fungsi lahan persawahan menjadi daerah pemukiman dan industri. Selain itu juga karena meningkatnya kesadaran peternak untuk mencegah dan menularnya penyakit unggas seperti Avian Influenza.Pergeseran ini menunjukkan bahwa usaha peternakan itik bukan hanya sekedar sambilan akan tetapi sudah memiliki orientasi bisnis yang diarahkan dalam suatu kawasan, baik sebagai cabang usaha maupun sebagai usaha pokok, karena mengusahakan budidaya itik cukup menguntungkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan keluarga.

Di Kabupaten Lebong budidaya itik masih berskala kecil. Umumnya sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani padi. Sebagai sampingan, petani juga membudidayakan ikan air tawar dan beternak itik sehingga mereka mendapatkan tambahan pendapatan dari penjualan ikan atau pun telur itik.

Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lebong, diketahui data populasi ternak di Kabupaten Lebong sebagai berikut :

Jenis Ternak

2010

2011

2012

(1)

(2)

(3)

(4)

Sapi Potong

Sapi Perah

Kerbau

Kambing

Domba

Kuda

Ayam Buras

Ayam Petelur

Ayam Pedaging

Itik

Kelinci

453

8

1110

10723

670

98609

183

93838

15827

28

438

0

477

10668

522

4

44019

794

91398

15911

21

442

0

407

7012

526

1

44033

799

60401

18321

21

Sumber :Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupeten Lebong. 2013

Dari data diketahui bahwa setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah populasi itik di Kabupaten Lebong. Artinya masyarakat merasakan manfaat dari beternak itik sehingga itik akan dipelihara sebagai usaha sampingan mereka. Pada tahun 2010 jumlah itik di Kabupaten Lebong adalah 15827 ekor, selanjutnya pada tahun 2011 meningkat menjadi 15911 ekor. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup besar yaitu 18321 ekor. Peluang beternak itik selain diambil telurnya juga dapat menghasilkaan itik pedaging juga bisa diambil dari itik jantan atau itik betina yang sudah lewat masa produksinya. Hal ini dimaksudkan karena itik jantan mempunyai beberapa keunggulan dan keuntungan kalau ditinjau dari segi ekonomisnya. Sementara untuk harga bibit, itik jantan lebih murah jika dibandingkan itik betina, karena masyarakat selama ini hanya mengenal dan memetik keuntungan dari itik betina sebagai petelur.

1.2.        Tujuan Beternak Itik

Berdasarkan tujuannya, pemeliharaan itik adalah untuk memproduksi daging itik dan telur itik. Walaupun berbeda-beda jenis, tujuan pemeliharaannya sama, yaitu daging dan telur itik. Itik petelur adalah itik yang khusus dipelihara hanya untuk diproduksi telurnya semaksimal mungkin, sedangkan itik pedaging dipelihara khusus untuk dagingnya saja supaya daging itu menjadi lebih berkualitas dan dapat dijual dagingnya untuk memenuhi permintaan rumah makan atau restoran.

 

1.3.             Permasalahan Dalam Budidaya Itik

Dalam beternak itik, petani di Kabupaten Lebong sering kali mengalami kendala dalam usaha pengembangannya. Permasalahan yang menjadi faktor penghambat untuk usaha pengembangan ternak itik antara lain :

  1. Di Kabupaten Lebong dan di beberapa wilayah Indonesia, untuk mendapatkan bibit itik yang kualitasnya baik untuk diternakkan masih merupakan persoalan yang sulit. Hal ini terjadi baik untuk bibit itik petelur atau itik pedaging. Sedangkan pada usaha ternak ayam untuk mendapatkan bibit praktis lebih mudah karena sudah banyak peternak dengan skala usaha besar yang khusus menangani hal itu.
  2. Dalam kondisi tempat serta lokasi yang serba terbatas, mengusahakan ternak ayam nampaknya masih lebih mungkin jika dibandingkan dengan ternak itik. Hal ini menyangkut sifat-sifatnya sebagai unggas air yang mengakibatkan tempat atau lingkungannya menjadi agak lembab atau bahkan basah dan becek. Keadaan semacam ini tidak disukai apabila terlalu dekat dengan permukinan manusia karena polusi yang ditimbulkan akan lebih tinggi.
  3. Ternak itik memerlukan pakan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan ayam, kira-kira mencapai 1,5 sampai 1,75 kalinya. Hal ini besar pengaruhnya dipandang dari segi biaya produksi untuk ransum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. II.                  Peluang Agribisnis Itik

 

2.1. Agribisnis Itik

Agribisnis itik merupakan suatu sistem agribisnis yang mencakup proses penyediaan sarana produksi seperti bibit itik, pakan, areal atau lahan dan lainnya, proses pengolahan seperti pemeliharaan, dan proses pemasaran itik.  Pembudidayaanitik dikuatkan dengan PermentanNomor :36/Permentan/OT.140/3/2007 Tentang Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice), sehingga masyarakat diberikan tuntunan dan pedoman tentang budidaya itik.

Peluang pengembangan agribisnis itik semakin semakin menjanjikan dengan menjamurnya usaha kuliner yang menyajikan masakan daging itik sebagai menu andalan. Bisnis kuliner ini menyebabkan naiknya permintaan akan daging itik tetapi tidak diimbangi oleh pupulasi jumlah itik yang mencukupi pasokan. Selain itu permintaan akan telur itik juga semakin meningkat tetapi belum mampu memenuhi permintaan pasar. Hal ini disebabkan karena petani lebih mengutamakan tanaman padinya dibandingkan pemeliharaan itik. Makanan dan pemeliharaan itik ketika musim padi hanya dilakukan seadanya saja. Namun ketika panen padi telah dilakukan, barulah petani memberikan perlakukan kepada itik dengan mengeluarkan itik dari kandang dan menggiring itik kelahan padi yang telah dipanen.

Pemeliharaan itik tidak memakan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Pertumbuhan dan perkembangan itik jantan tubuhnyarelatif lebih baik daripada itik betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan itik jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi. Berikut adalah alasan layaknya usaha peternakan itik antara lain :

  1. Permintaan daging dan telur itik cenderung meningkat dari restoran dan rumah makan – rumah makan. Tetapi tetap saja pasokan daging itik belum memenuhi permintaan
  2. Perputaran modal relatif lebih cepat. Hal ini disebabkan karena satu kali periode penetasan hanya memakan waktu sekitar satu bulan. Dan perputaran modal hanya sekitar 2,5 – 6 bulan untuk dapat balik modal.
  3. Daging itik dan telur itik lebih cepat terjual
  4. Mudah dilakukan oleh siapa saja.

2.2. Manfaat Beternak Itik

Ternak itik memegang peranan cukup pentingbagi sebagian besar rakyat pedesaan,yaitu menyumbangkan produksinya untuk kebutuhan manusia baik langsung maupun tidak langsung.

Beberapa manfaat itik diantaranya adalah seperti berikut :

  1. Menambah gizi keluarga.
  2. Memberi keuntungan ekonomis bagi pemeliharaannya.
  3. Dapat sebagai sumber pendapatan (jika sebagai usaha utama).
  4. Dapat menambah pendapatan jika hanya sebagai usaha sampingan/sambilan.
  5. Memberi sumbangan produksi bagi pemeliharaannya yang berupa daging, telur, bulu, dan kotorannya.
  6. Mudah dalam pemeliharaannya.

Ternak itik lebih mudah dipelihara dari pada ayam karena tidak memerlukan penanganan khusus, seperti perkandangan, makanan, ataupun kesehatan.

  1. Cepat berkembang biak.

Itik mulai bertelur pada umur 5 atau 6 bulan, dan itik jenis unggul (khaki campbell) mampu bertelur pada umur 4 bulan. Itik yang baik dan dipelihara intensif akan mampu bertelur 250 butir per tahun.

  1. Tidak mudah terserang penyakit.
  2. Modal/biaya lebih murah.

Itik yang dipelihara dengan digembalakan pemeliharaannnya, terutama biaya makanan dapat ditekan sekecil-kecilnya karena makanan diperoleh dari sawah atau rawa. Limbah pertanian seperti genjer, keong, cacing, limbah dapur dapat sebagai pakan itik sehingga memperkecil biaya pakan.

Ternak itik, walaupun bukan ternak asli Indonesia, sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan alam indonesia. Hal itu dapat disaksikan pada adanya penyebaran ternak itik keseluruh wilayah indonesia. Itik dapat lebih mudah dipelihara. Itik dapat dipelihara di tempat – tempat seperti di sawah, sungai, atau kolam.Pemeliharaan itik secara intensif tentu tidak lagi menggunakan tempat – tempat kotor. Kita memberikan makanan dan lingkungan yang baik supaya itik dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.Hasil ternak itik yang dapat di manfaatkan adalah sebagai berikut :

  1. Daging itik

Daging itik sekarang sudah banyak digemari orang. Daging itik yang disajikan biasanya daging itik jantan yang digemukkan dan dipotong pada umur 3 bulan. Daging itik afkir atau itik tua yang tidak bertelur lagi juga disukai orang.

  1. Telur

Telur itik banyak diperdagangkan di pasar – pasar, ada yang didagangkan dalam bentuk segar dan ada yang sudah diasinkan. Telur asin akan lebih awet dan tahan lama, serta harganya pun menjadi mahal.

  1. Bulu

Bulu itik dapat dipakai untuk pengisi bantal, hiasan atau kerajinan tangan. Bulu itik juga dapat dibuat sebagai accesoris yang bernilai mahal.

  1. Kotoran

Kotoran itik dapat dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman sayuran – sayuran.

Ternak itik mudah dipelihara dan tidak memerlukan biaya yang besar, tetapi dapat menghasilkan telur dan daging yang banyak.Yang dapat berusaha dan memperoleh keuntungan bukan hanya peternak itik, tetapi juga pengusaha khusus yang bergerak di bidang pembesaran itik sehingga menjadi itik yang siap bertelur atau siap potong, pengusaha telur asin, pengusaha penetasan telur, pengusaha pembuatan makanan ternak itik, dan lain sebagainya.Manfaat beternak itik dapat lebih dirasakan lebih besar lagi jika jumlah itik yang dipelihara makin banyak dan dipiara dengan lebih intensif.

 

2.3. Jenis – Jenis Itik

Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga)golongan, yaitu:

1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan

CV 2000-INA;

2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;

3) Itikornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call).

  1. Khaki Champbell

Pada awalnya itik ini diternakan oleh Mrs. Champbell di Inggris pada tahun 1901. Itik ini merupakan hasil persilangan antara itik liar dengan itik Indian Runner dan itik Ronen ( salah satu jenis itik pedaging ). Jika diberi makan dan dipelihara dengan baik, produksi telurnya dapat mencapai 300 butir per tahun.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Warna bulu punggung bagian bawah, bulu ekor, kepala, dan leher itik jantan kehijau-hijauan, sedangkan pada betina kepala dan leher berwarna cokelat dan selebihnya cokelat muda.
  2. Bentuk badannya padat, dalam, dan lebar.
  3. Punggungnya sedikit miring kalau berdiri.
  4. Lehernya panjang dan langsing.
  5. Paruh berwarna hijau.
  6. Kaki dan leher berwarna jingga tua.
  7. Warna kulit telurnya putih.
    1. Indian Runner

Sebelum itik Khaiki Champbell, itik Indian Runner paling banyak dipelihara orang. Itik ini berasal dari Malaysia dan masuk ke Inggris tahun 1870, kemudian menyebar keseluruh dunia. Itik ini produksi telurnya rata – rata 180 butir per tahun.

Ciri – cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Badan langsing, lingkar dada, dan lingkar perut hampir sama sehingga tubuh seperti botol panjang.
  2. Dapat berdiri tegank lurus , terutama dalam keadaan siaga.
  3. Kaki relatif panjang.
  4. Warna bulu cokelat, putih, dan lurik.
  5. Warna telur biru muda.
  6. Itik yang ada di Indonesia
  7. Itik Karawang

Itik ini disebut juga itik Cirebon, karena selain dipelihara di Karawang dan Bekasi itik ini juga banyak berkembang di Cirebon. Itik ini mempunyai bulu kecoklatan.

  1.  2.   Itik Mojosari

Itik Mojosari merupakan itik petelur unggul, apabila itik Mojosari digembalakan di area sawah yang subur. Itik ini mampu menghasilkan telur 200 butir/ekor/tahun. Bila dipelihara dengan intensif, produksi telurnya bisa meningkat rata-rata 265 butir/ekor/tahun. Warna bulu itik jantan dan betina jenis ini tidak berbeda. Tetapi diantara jenis kelamin ini adalah 1-2 ekor yang melengkung ke atas pada itik jantan.

  1. Itik Tegal

Itik Tegal mempunyai ciri khas yaitu bentuk badan tegak lurus (tidak horizontal ). Pada saat berjalan dan jika dilihat dari arah kepala leher, punggung sampai ke belakang bentuknya menyerupai botol.Warna bulu itik Tegal cukup berfariasi tetapi warna yang paling banyak dijumpai adalah kecoklat-coklatan atau total-total kecoklatan.

  1. Itik Magelang

Itik Magelang mempunyai kemampuan produksi telur hingga 200-230 butir/ekor/tahun. Mempunyai badan yang cukup besar dan ciri khas yang paling utama adalah di lehernya terdapat warna putih melingkar seperti kalung sehingga disebut juga itik kalung.

  1. Itik Bali atau Itik Pinguin

Itik Bali disebut juga itik penguin karena bentuk tubuhnya yang hampir tegak berdiri seperti penguin. Memiliki ciri khas jambul pada bagian kepalanya yang kecil, itik ini dapat pula dimanfaatkan sebagai unggas hias selain sebagai itik petelur.

  1. Itik Alabio ( Anas Platurynchos Borneo )

Itik Alabio disebut juga itik Banar, itik ini banyak dikembangkan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utaran dinamakan itik Alabio karena itik yang berasal dari Amuntai – Kalimantan Selatan ini banyak dipasarkan di Kecamatan Alabio. Ciri itik ini adalah bentuk tubuhnya membuat garis segitiga dengan kepala yang kecil.

 

2.4. Jenis Penyakit Itik

Ada beberapa jenis penyakit yang menyerang itik antara lain sebagai berikut :

  1. Penyakit cacingan

Cacingan pada itik biasanya disebabkan oleh cacing Ascarida Perscillum. Penularan penyakit ini dikarenakan kotoran itik, tempat makan, dan tempat minum yang sudah tercemar oleh cacing.Gejalanya adalah sebagai berikut :

–          Itik tersebut akan terlihat kurus, dikarenakan nafsu makan yang berkurang dan mengakibatkan berat badan yang berkurang.

–          Produksi telurnya akan menurun.

–          Nafsu makan itik tidak ada, sehingga berat badan berkurang.

–          Pada kotorannya akan tampak kemerah-merahan karena pendarahan pada usus.

–          Mencret terus – menerus dan itik akan terlihat lemah.

–          Bulunya menjadi kasar, dan

–          Itik kelihatan pucat dan kerdil.

Pencegahannya antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membersihkan tempat makan dan minum sesering mungkin.
  • Keadaan litter atau lantai harus tetap kering
  • Memberikan pakan yang bergizi seimbang

 

  1. Bubulen

Itik yang terkena jenis penyakit bubulen biasanya akan berjalan pincang. Hal itu dikarenakan telapak kakinya yang timbul bisul.Pencegahannya, bisul atau bubul itu harus anda sisit pakai silet dan di obati.

  1. Dempeten

Penyebab penyakit ini ialah dikarenakan kurangnya vitamin B yang mengakibatkan lumpuhnya pada kaki, yang dikarenakan bengkak pada lutut kaki itik tersebut.Pencegahannya adalah dengan memberikanlah pakan nasi yang hangat dan telah dicampur dengan vitamin B, juga minumannya yang telah anda campur dengan obat-obatan atau vitamin.

  1. Snelmarmose

Penyakit jenis ini dikarenakan adanya bangkai-bangkai juga baksil dari telur yang ditetaskan. Penyakit ini menyerang kantong telur itik, atau menyerang kelamin jantan itik, terserang jenis penyakit ini akan terlihat pada pertumbuhannya yang terbelakang dan akan mati sebelum mencapai dewasa.

  1. Pilek (Snot)

Biasanya jenis penyakit ini menyerang itik-itik disaat pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim hujan, bisa juga musim hujan ke musim kemarau dan itik mudah sekali terserang pilek, penyakit ini diakibatkan dari udara yang tidak bersih atau ada bakterinya dalam udara tersebut, makanan, debu dan lainnya.

Gejalanya :

  • Itik akan kelihatan lebih mengantuk.
  • Muka dan matanya akan membengkak
  • Dari lubang hidungnya akan keluar lendir kental
  • Seperti penyakit lainnya, itik akan mengalami penurunan nafsu makan dan mengakibatkan produksi telur yang menurun.

 

 

Pencegahannya :

–          Berikanlah vitamin jika perubahan musim tiba.

–          Rawatlah selalu kandang-kandang, lakukanlah secara rutin.

–          Usahakan kandang itik tidak lembab, perbanyak ventilasi agar cahaya matari dan saluran udara masuk secara normal.

Pada intinya, merawat itik juga harus memperhatikan beberapa hal agar itik-itik tersebut sehat dan menghasilkan produk yang baik. Pencegahan dari awal sangatlah dibutuhkan dari pada harus mengobati. Lakukanlah pencegahan sejak dini, segala penyakit yang menyerang itik dengan cara sanitasi. Kandang harus bersih dan tidak boleh lembab. Usahakan sinar matahari bisa masuk ke dalam kandang. Pakan pun tidak boleh yang sudah lama. Anda harus selalu memberikan yang segar agar itik-itik tersebut selalu sehat. Ruang gerak dalam kandang pun jangan yang berdesakkan. Perbedaan umur yang terlalu jauh jangan dibuat dalam satu kandang, pisahkan jika umurnya berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. PEMBAHASAN

3.1. Prospek Usaha Peternakan Itik

Bisnis budidaya itik memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Apalagi jika budidaya dilakukan secara intensif dalam arti tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan sambilan. Selain memiliki peluang bagus untuk dikembangkan karena permintaan yang makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging, peternakan itik membutuhkan pakan, khususnya sumber protein yang efisien

Permintaan telur dan daging itik setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik berupa telur itik mentah maupun telur asin. Di Kabupaten Lebong harga telur itik berkisar antara Rp. 2.500,- sampai Rp. 3.000,- perbuah. Sebagian orang menganggap telur itik lebih berkhasiat di bandingkan dengan telur ayam ( ketika minum jamu ). Warna kuning telur itik juga lebih enak dan lebih besar dibandingkan telur ayam kampung. Selain itu, telur itik merupakan bahan yang wajib untuk digunakan membuat martabak telur. Pada industri kosmetika atau farmasi, telur itik menjadi pilihan utama sebagai bahan baku, sehingga tepung telur itik sangat laku di pasaran.Permintaan telur itik yang semakin meningkat mungkin dipengaruhi oleh kecenderungan masyarakat yang lebih menyukai telur itik dibandingkan dengan telur ayam. Dan ternyata kandungan gizi dari telur itik lebih tinggi dari pada telur ayam.

Tabel 1. Perbandingan nilai gizi telur itik dengan telur ayam per  100 gram

Zat gizi

Telur itik

Telur ayam

Kalori (kkal)

163

163

Lemak (gram)

14,3

11,5

Protein (gram)

13,1

12,8

Kalsium (gram)

56

54

Besi (mg)

2,8

2,7

Vitamin A

1.230

900

Sumber : Buku Panduan Lengkap  Beternak  Itik

Selain kebutuhan telur itik yang semakin meningkat, sekarang ada kemungkinan permintaan daging itik pun meningkat. Daging itik asal peternak Indonesia ini tidak hanya memenuhi permintaan pasar lokal, tetapi memenuhi permintaan pasar luar negeri. Beberapa negara yang berminat mengimpor daging itik beserta olahannya dari Indonesia adalah Singapura, Hongkong, Arab saudi, Amerika serikat, dan berbagai negara di Eropa.Banyaknya permintaan telur itik atau daging itik, kadang – kadang tidak bisa terpenuhi oleh para peternak. Mereka sering kewalahan memenuhi permintaan tersebut. Berdasarkan kenyataan diatas, membuka usaha beternak itik masih terbuka lebar dan dapat dijadikan alternatif usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

  1. Arus Pemasaran Telur itik

Di Kabupaten Lebong, daerah sentra peternakan itik adalah Kecamatan Lebong Tengah, Lebong Utara, Amen, Uram Jaya dan Bingin Kuning. Sebagian besar telur atau daging itik dipasarkan langsung oleh petani di pasar atau pekan. Sedangkan sebagian lagi dijual ke pedagang pengumpul yang langsung mendatangi peternak, atau dijual ke restoran atau rumah makan yang sudah kontinue menyuplai telur dan daging itik. Para pedagang pengumpul akan menjual telur itik kepada pembeli berikutnya yang kemudian akan dijual lagi kepada konsumen terakhir atau sebagian diolah menjadi telur asin, tepung telur, dan telur beku.Pemasaran telur itik tidak selamanya mulus dan lancar. Masih ada kendala yang sering muncul, diantaranya fluktuasi produksi yang besar dan kontinuitas produksi yang belum bisa diandalkan. Karena itu, dibutuhkan investasi padat modal untuk menjadikan bisnis ini sebagai usaha yang berkesinambungan (kontinue).

 

  1. Aspek Sosial Ekonomi Usaha Beternak Itik

Usaha beternak itik merupakan usaha yang berbasis sumber daya lokal. Artinya, semua komponen yang diperlukan (bibit itik, pakan, dan peralatan) dapat diperoleh dari daerah sendiri.Selain itu, tenaga kerja yang dibutuhkan relatif sedikit, tergantung dari skala usaha dan sistem pemeliharaannya. Jika skala usahanya kecil (skala rumah tangga), memelihara itik bisa dikerjakan sendiri oleh pemiliknya. Begitu juga dengan sistem pemeliharaan intensif (itik dipelihara di dalam kandang), tenaga kerja yang di butuhkan relatif sedikit. Namun sebaliknya, jika skala usahanya besar atau sistem pemeliharaan dilakukan secara tradisional (itik diangon), tenaga kerja yang dibutuhkan relatif banyak.

Pelaksanaan usaha beternak itik memiliki kaitan erat dengan sektor hulu ( penyediaan sarana produksi) dan hilir (pengolahan produk). Para peternak itik tentu akan berhubungan dengan pengusaha yang menjual sarana produksi seperti penjual bibit itik, penjual pakan, dan penjual obat-obatan. Peternak itik juga akan berhubungan dengan pengusaha yang bergerak di sektor hilir seperti perajin telur asin, perajin telur beku, atau peraajin tepung telur. Selain berhubungan dengan dua sektor diatas, usaha beternak itikjuga melibatkan subsistem pemasaran dan pemerintahan (berupa penyediaan kredit usaha, pembangunan sarana dan prasarana).

 

C. Pemeliharaan itik

Kalau dibedakan dengan jenis ayam atau unggas lainnya, itik termasuk salah satu unggas yang sangat tahan akan jenis dibandingkan unggas yang lainnya. Selain itu, pemeliharaan itik lebih gampang dibandingkan dengan unggas lainnya. Walaupun begitu, pemeliharaan itik tetap dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar beternak itik bisa meningkatkan hasil produksinya dibandingkan dengan sebelumnya. Jadi, sebenarnya beternak itik termasuk hal yang gampang – gampang susah.

  1. Pemanfaatan Ternak Itik

Pemanfaatan ternak itik sangatlah beragam. Ternak itik bisa dimasukkan ke dalam kategori usaha rumahan atau untuk membantu pendapatan keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, peternak dapat memperoleh hasil ternak berupa daging, telur, dan juga bibit unggul untuk dijual kepada masyarakat umum.Karena daging dan telur itik banyak dicari oleh masyarakat umum, salah satunya dibuat lauk atau telurnya dibuat telur asin, bahkan kotorannya pun bisa sering dijadikan pupuk untuk tanaman atau kebun. Ternak itik juga dijadikan kegiatan menjalankan hobi bagi yang senang beternak karena kegiatan beternak tidaklah menyita waktu.

  1. Keuntungan Beternak Itik

Adapun beberapa keuntungan memelihara itik dibandingkan dengan hewan unggas lainnya, di antaranya sebagai berikut :

  • Ø Penyakit pada itik relatif lebih kecil dibandingkan dengan penyakit pada hewan unggas lainnya sehingga resiko kematian sangatlah kecil.
  • Ø Harga telur itik lebih mahal dibandingkan dengan harga telur ayam, bahkan harga telur itik lebih stabil.
  • Ø Jangka berproduksi itik lebih lama dibandingkan dengan ayam
  • Ø Rata – rata dalam satu tahun, itik itu dapat menghasilkan 150 – 180 butir telur, sedangkan jenis lainnya atau alabio dan tegal dapat mencapai 200 – 250 butir setiaptahunnya. Jam makan itik yang tepat, kebersihan kandang itik, dan memberikan kenyamanan pada itik agar itik tidak mengalami stres.
  1. Tujuan Ternak Itik

Ada berbagai tujuan masyarakat Indonesia dalam beternak itik. Ada yang dikarenakan hobi ternak dan ada pula yang memang beternak untuk mencari keuntungan finansial. Jika yang beternak itik dikarenakan hobi, biasanya dikerjakan oleh orang yang sudah tua atau seperti pensiunan yang tidak ada kegiatan lainnya, sedangkan yang khusus beternak itik untuk mencari keuntungan finansial dan ingin menambah pendapatan keluarga atau berbisnis.

3.2. Nilai Komersil Itik

Di samping sebagai salah satu jenis itik penghasil daging  yang  baik dan bergizi tinggi, itik berpotensi dalam memproduksi bulu itik yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegunaan serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Seekor itik  dewasa mampu memproduksi bulu itik campuran hingga kurang lebih 60 kg.Bulu itik selain banyak kegunaan dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi ternyata tidak kalah pentingnya dalam merebut pasaran khusus agroindustri yang berasal dari ternak unggas.Bulu itik  banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain sebagai bahan baku shuttlecock, perhiasan, bedding atau bahan pengisi perlengkapan tidur seperti sleeping bag, selimut, dan bahan pengisi jaket (dimana produk ini banyak dimanfaatkan di negara-negara yang bermusim dingin), serta dapat juga sebagai bahan baku makanan ternak. Menurutnya, berdasarkan bentuk, ukuran dan kelembutannya, bulu itik dapat dikelompokkan menjadi 7 kelas, yaitu :

  1. Bulu keras yang mempunyai tangkai/ranchis keras, panjang serta mahkota bulu yang lebar. Bulu ini dapat digunakan sebagai bahan baku shuttlecock
  2. Bulu sadel atau bulu lawi, mempunyai tangkai keras namun panjang dan mahkota bulunya lebih sempit dibanding bulu keras
  3. Bulu separuh kapas yaitu bulu yang terdapat di badan itik dan separuh dari bawah mempunyai bulu kapas dan separuhnya lagi merupakan mahkota bulu
  4. Bulu tiga perempat kapas seperti pada bulu setengah kapas tetapi bulu kapas terdapat tiga perempat dari bagian bawah;
  5. Bulu kapas, dimana seluruhnya merupakan bulu kapas dan mempunyai tangkai yang keras
  6. Bulu plumules, seluruh bulu kapas tetapi tangkainya lunak
  7. Bulu down atau down feather (DF), bulu ini seperti pada bulu plumules tetapi tidak mempunyai tangkai.

3.3. Pasaran Ternak Itik

Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikankeuntungan besar. Kebutuhan akan ternak itik di pasaran menyebabkan permintaan itik meningkat. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangatbesar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihatbahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negarapengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditiyang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.

1.   Telur Itik

Telur berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan produk utama dari peternak itik. Telur ini sebagian komoditas terbagi menjadi dua macam, yaitu telur konsumsi dan telur tetas.Sebagai barang yang dikonsumsi, telur itik banyak diperdagangkan baik dalam keadaan segar maupun olahan. Telur asin merupakan salah satu bentuk olahan dari telur itik.Sebagai telur tetas, peternak harus memelihara beberapa pejantan agar telur yang dihasilkan dapat ditetaskan. Keuntungannya adalah peternak tidak perlu meramu ransum, hanya menyediakan dedak saja. Itik yang digembalakan telah mendapat ransum dari rawa-rawa atau sawah yang kaya akan tumbuhan air, ikan-ikan kecil, cacing dan keong.Pemasaran telur konsumsi dan telur tetas tidak terlalu banyak masalah dan membuat pusing.

2.    Bibit Itik

Bisnis dalam peternakan itik ternyata tidak hanya terbatas pada telurnya saja. Dengan bermodalkan alat-alat penetasan ( baik yang alami maupun buatan, kita dapat menjadi produsen bibit anak itik ( DOD )). Harga jual bibit jauh lebih tinggi daripada harga telur itik, sekalipun meri tersebut baru saja memecahkan kulit telur penyelubung dirinya.

3.     Itik Dara

Menjadi produsen itik dara juga member suatu peluang bisnis yang menarik bagi peternak itik. Itik dara yang berumur 4-6 bulan yang siap bertelur paling banyak dicari peternak itik. Harga jual itik dara juga cukup tinggi dibandingkat jenis itik lain.

4.    Itik Pedaging

Daging itik merupakan makanan yang lezat cita rasanya jika yang memasak cukup berpengalaman. Tidak itu saja, kandungan gizinya juga setara dengan daging ayam dan ternak lainnya.Penetasan itik, selalu ditemukan 50% jantan. Oleh karena itu, bila itik jantan yang 50% ini memanfaatkan secara optimal sebagai penghasil daging, tentu akan lebih menguntungkan lagi.

Umumnya, karena selama ini masyarakat mengalami kesulitan dalam hal pemeliharaan itik, hal ini dikarenakan:

  1. Itik dipelihara petani masih secara tradisional, peternak menggiring ternaknya secara berpindah-pindah dari sawah satu ke sawah yang lain.
  2. Pemeliharaan itik dengan cara digembalakan akan menghadapi resiko keracunan pestisida. Budidaya Itik adalah semua proses kegiatan produksi yang dilakukan untuk memproduksi hasil-hasil ternak sesuai dengan tujuannya.
  3. Masih banyaknya keluhan masyarakat akan kualitas telur itik yang kurang memuaskan, hal itu terlihat dari banyaknya orang yang memelihara itik dengan seenaknya tanpa memperhatikan kesehatan itik, kebersihan kandang, pakan yang paling utama.
  4. Kurangnya pengetahuan tentang cara memelihara itik, akibatnya itik menjadi stres dan tidak mau bertelur.

 

3.4. Cara mengantisipasi penyakit pada itik

Usaha pencegahan terhadap penyakit secara ekonomis akan lebih menguntungkan dibandingkan usaha pengobatan karena selain harga obat mahal, usaha pengobatan itu sendiri belum tentu bisa menyembuhkan.Cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasnya, selain pakan yang mencukupi jumlah gizi dan kesegarannya.  Beternak itik sama halnya dengan beternak unggas lainnya seperti ayam atau lainnya. Dalam beternak unggas diperlukan lahan yang cukup luas dan terpisah dengan permukiman penduduk karena limbah yang ditimbulkan cukup mengganggu seperti suara itik yang sangat mengganggu serta bau kotoran itik menyebabkan lingkungan merasa terganggu.  Sehingga apabila hanya tersedia lahan sempit untuk beternak maka cara berikut dapat ditempuh :

  1. Mengantisipasi limbah yang ditimbulkan dengan penyemprotan dengan EM4 atau penambahan kunyit pada pakan
  2. Menggembalakan ternak ke areal persawahan atau sungai-sungai di waktu pagi sampai sore, sehingga kandang hanya berfungsi sebagai tempat tidur
  3. Sedangkan untuk masalah pemasaran itik dapat dibagi menjadi dua yaitu daging dan telur. Mencari pengepul untuk dijadikan mitra kerja tidak ada salahnya selama kita tidak atau belum mampu untuk memasarkan produk kita sendiri.
  4. Memberikan sisa limbah kayu atau lainnya yang berfungsi sebagai alas dibagian lantai kandang, sehingga kotoran yang jatuh dapat diserap dan tidak menjadikan kandang menjadi becek dan bau. Selanjutnya limbah yang dijadikan alas tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.

Faktor-faktor yang dianggap menguntungkan dalam usaha beternak itik dapat dilihat sebagai bahan pertimbangan bagi calon peternak itik. Tidak ketinggalan pula faktor penghambat dalam usaha pengembangannya perlu kiranya untuk mendapat perhatian agar kita dapat bersiap-siap dalam mengantisipasi dan mengatasinya. Sebagai bahan pembanding untuk faktor yang dianggap menguntungkan dalam beternak itik adalah usaha peternakan ayam karena masih sama-sama jenis unggas :

  1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat sekitar 1 kg dan 2 kg.
  2. Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian.
  3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka.
  4. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki instink berkelompok (flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan).
  5. Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin.
  6. Saat bertelur pada itik biasanya terjadi serentak pada pagi hari yaitu sebelum matahari terbit, sehingga pengambilan telur dalam kandang bisa dilakukan dengan satu kali saja. Hal ini terjadi suatu penghematan tenaga kerja yang cukup berarti. Sedangkan untuk pengambilan telur ayam bisa sampai 2-3 kali dalam satu hari.
  7. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik (berkelahi)
  8. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak itik.
  9. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur itik terkesan lebih dihargai karena telur itik dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan satuan kilogram (kg).
  10. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.
  1. Akan tetapi tidak selamanya beternak itik tidak mengalami kendala dalam usaha pengembangannya. Untuk itu, berikut permasalahan yang biasanya ada dan dianggap sebagai faktor penghambat untuk usaha pengembangan ternak itik :
  2. Di beberapa wilayah Indonesia, untuk mendapatkan bibit itik yang kualitasnya baik untuk diternakkan masih merupakan persoalan yang sulit. Hal ini terjadi baik untuk bibit itik petelur atau itik pedaging. Sedangkan pada usaha ternak ayam untuk mendapatkan bibit praktis lebih mudah karena sudah banyak breeder besar yang khusus menangani hal itu.
  3. Dalam kondisi tempat serta lokasi yang serba terbatas, mengusahakan ternak ayam nampaknya masih lebih mungkin jika dibandingkan dengan ternak itik. Hal ini menyangkut sifat-sifatnya sebagai unggas air yang mengakibatkan tempat atau lingkungannya menjadi agak lembab atau bahkan basah dan becek. Keadaan semacam ini tidak disukai apabila terlalu dekat dengan permukinan manusia karena polusi yang ditimbulkan akan lebih tinggi.
  4. Ternak itik memerlukan pakan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan ayam, kira-kira mencapai 1,5 sampai 1,75 kalinya. Hal ini besar pengaruhnya dipandang dari segi biaya produksi untuk ransum

 

IV.KESIMPULAN

 

  1. Pembudidayaan itik secara baik membutuhkan pendampingan dan pengawasan agar usaha budidaya peternakan itik tersebut berjalan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dan terhindar dari penyakit hewan menular sehingga usaha budidaya peternakan itik tersebut dapat ditingkatkan produksi dan produktivitasnya.
  2. Mengingat prospek pengembangan peternakan itik yang menjanjikan, diharapkan para petani lebih fokus dan serius dalam pembudidayaan itik di Kabupaten Lebong.
  3. Adanya bantuan bibit itik ataupun permodalan yang disalurkan kepada kelompok peternak, sehingga masyarakat dapat memajukan peternakan di Kabupaten Lebong dan dapat menjadi tambahan pendapatan bagi peternak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

…………….Budidaya itik. Diunduh pada hari Rabu 24 April 2013 jam 14.40 wib. www.warintek.ristek.go.id/peternakan/budidaya/itik.pdf

Mito dan Johan ST. 2011. Usaha Penetasan Telur Itik. Agromedia Pustaka. Jakarta

……………Budidaya ternak itik tanpa airPosted by Adminat 11:10 PMLabels: Itik, Peternakan. Diunduh pada tanggal 23 April 2013 jam 16.30 wib

Ir. Santa, MP.2005. Beternak Itik Petelur. PT Musi Perkasa Utama. Jakarta

Ranto . Maloedyn Sitanggang. 2005. Panduan Lengkap Beternak Itik. Agromedia. Jakarta.

Fajar.MN. 2009. Membudidayakan Bebek Istimewa. Putra Mandiri. Bandung

Muhammad Fajar.2008. Keterampilan Menernakkan Itik. Puri Delko. Bandung

Zumrotun. 1995. Beternak Itik. Balai Pustaka .jakarta

Dewi sopiah A. Sutarjo. 1995. Penetasan Telur Itik dengan Sekam. Balai Pustaka. Jakarta

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: