STRATEGI PENGEMBANGAN AYAM KAMPUNG DI KELURAHAN DUSUN CURUP KECAMATAN CURUP UTARA KABUPATEN REJANG LEBONG ( USAHA PETERNAKAN AYAM KAMPUNG H.ABDUL HALIL )

4 Jan

Oleh : Meily Haryani / E2DO12011

 PENDAHULUAN

I.1.       Latar Belakang        

 Pemenuhan kebutuhan protein hewani dari produk unggas harus diimbangi dengan peningkatan populasi ternak unggas,sehingga produk ternak unggas mampu memenuhi kebutuhan protein hewani seluruh masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong cukum mampu mengkonsumsi ternak unggas ini, dan ternak unggas ini terutama ayam kampung dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Rejang Lebong dari sektor peternakan unggas.

 Ternak ayam kampung/ ayam lokal bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan merupakan komoditi andalan yang berpotensi dan berpeluang hanya penanganan dan pengembangan ternak unggas ayam kampung/ayam lokal ini masih bersifat tradisional. Kalau dibandingkan dengan ayam ras, beternak ayam kampung/ayam lokal ini cukup rumit selain membutuhkan lokasi atau tempat yang agak luas juga pakan nya.

 Perkembangan ayam kampung/ayam lokal cenderung lebih lambat dibandingkan dengan ayam ras pedaging yang mampu panen dalam waktu 40 harisedangkan ayam kampung/ayam lokal membutuhkan waktu 6 – 7 bulan.Dan juga untuk pengembangan ayam kampung/ayam lokal ini beberapa peterbak mengaku kesulitan dalam perolehan bibit yang baik dan berkualitas karena pada bulan awal ternak resiko kematian mencapai 10% – 20%dan juga penyakit , hama dan juga penurunan kualitas yang diakibatkan kekeliruan dalam proses produksi.

             Namun jika strategi pemeliharaan ayam kampung/ayam lokal dapat dicermati dengan baik maka usaha beternak ayam kampung/ayam lokal ini dapat memberikan keuntungan yang tinggi karena cukup diminati masyarakat. Karena banyak masyarakat yang mengkonsumsi ayam kampung dibandingkan ayam ras pedaging dikarenakan ayam kampung /ayam lokal dagingnya lebih manis dan gurih dibandingkan dengan ayam ras pedaging.

            Meskipun potensi budidaya ayam kampung/ayam lokal sangatlah menarik namun sejumlah tantangan bisa menjadi penghambat usaha yang bisa mengubah potensi keuntungan menjadi kerugian.

Untuk itu perlu dilakukan analisa terhadap kekuatan (Strenght ),kelemahan (Weakness ), peluang ( Oppurtunities )dan ancaman ( Threat ) yang dapat terjadi dalam usaha peternakan ayam kampung / ayam lokal sehingga dapat disusun strategi pengembangan agribisnis peternakan ayam kampung / ayam lokal.

 

I.2.      Permasalahan

            Permasalahan yang ingin diangkat dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui strategi-strategi dalam pengembangan ayam kampung di Kelurahan Dusun Curup Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong terutama usaha peternakan unggas ayam kampung / ayam lokal milik H. Abdul Halil.

 

PEMBAHASAN

     Peternakan unggas di Indonesia berperan penting dalam pembangunan peternakan karena merupakan ujung tombak pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Ternak unggas memberikan kontribusi yang besar dalam produksi daging yaitu 67% disediakan oleh ayam ras, 23% oleh ayam kampung/ ayam lokal dan sisanya oleh ayam jenis lain.

              Ternak ayam kampung/ayam lokal  kedepannya tetap akan menjadi tumpuan dalam penyedian pangan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani namun sampai saat ini penegmbangan ayam kampung hanya mampu memenuhi sekitar 23% saja dari total populasi ternak unggas ini dikarenakan pengembangan ayam kampung/ ayam lokal ini masih dikelola secara tradisonal dan usaha sambilan.

            Bagi masyarakat ayam kampung/ ayam lokal selain untuk pemenuhanprotein hewani juga sebagai ayam petarung.  Beberapa alasan untuk pengembangan / peternakan ayam kampung / ayam ras ini antara lain adalah :

a.       Harga ayam kampung / ayam lokal relatif tinggi dibandingkan dengan harga ayam ras ini dikarenakan pemeliharaan ayam kampung/ ayam lokal memakan waktu dan biaya.Harga ayam kampung/ ayam lokal dari Rp.75.000  – Rp.150.000 sedangkan ayam ras perkilonya Rp. 28.000 – Rp. 38.000

b.      Nutrisi yang lebih dari ayam kampung karena ayam kampung rasa dari ayam kampung sangat berbeda dengan ayam ras ini dikarenakan ayam kampung / ayam lokal memiliki nutrisiyang lebih tinggi dan lemaknya rendah dan terdapat berbagai protein yang dibutuhkan manusia

c.       Potensi pasar yang masih bagus karena konsumen lebih memilih mengkonsumsi ayam kampung/ ayam lokal ketimbang ayam ras.Selain itu juga daging ayampung lebih manis dan gurih dibandingkan yam ras yang terasa hambar.

 

Analisa SWOT digunakan untuk pengembangan usaha ternak ayam kampung / ayam lokal milik H. Abdul Halil agar dapat diketahui kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman.

 

KEKUATAN ( STRENGHT )

1.      Lahan untuk peternakan ayam kampung masih tersedia

2.      Iklim Kota Curup cocok untuk usaha beternak ayam kampung

3.      Usaha peternakan ayam kampung walaupun usaha sampingan namun dapat menambah pendapatan keluarga

4.      Tersedianya transportasi

 

KELEMAHAN ( WEAKNESS )

1.      Keterampilan peternak masih rendah

2.      Sistem beternak yang masih bersifat tradisional

3.      Angka kematian ternak yang masih relatif tinggi

4.      Pengembangan usaha ternak ayam masih sebagai usaha sampingan dan bersifat tradisional

 

PELUANG ( OPPURTUNITIES )

1.      Peluang pasar yang masih tinggi ini dikarenakan banyak masyrakat yang memilih mengkonsumsi ayam kampung / ayam lokjal  dibandingkan ayam ras.

2.      Peluang ekonomi yang cukup baik sehingga dapat dijadikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan keluarga

 

ANCAMAN ( THREATS )

1.      Rentannya ayam kampung terkena penyakit menular

2.      Harga pakan ternak yang tidak stabil harganya

 Matrik SWOT untuk srategi pengembangan usaha ternak ayam kampung/ ayam lokal milik H. Abdul Halil

 

              

                   Internal 

 

 

 

 

 

 

Eksternal

 

Strenght :

1.       Lahan untuk peternakan ayam kampung masih tersedia

2.       Iklim Kota Curup cocok untuk usaha beternak ayam kampung

3.       Usaha peternakan ayam kampung walaupun usaha sampingan namun dapat menambah pendapatan keluarga

4.       Tersedianya transportasi

 

Weaknes :

1.       Keterampilan peternak masih rendah

2.       Sistem beternak yang masih bersifat tradisional

3.       Angka kematian ternak yang masih relatif tinggi

4.       Pengembangan usaha ternak ayam masih sebagai usaha sampingan dan bersifat tradisional

 

Oppurtunities:

1.       Peluang pasar yang masih tinggi ini dikarenakan banyak masyrakat yang memilih mengkonsumsi ayam kampung / ayam lokal  dibandingkan ayam ras.

2.       Peluang ekonomi yang cukup baik sehingga dapat dijadikanlapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan Skeluarga

 

S-O :

1.       Perbaikan Mutu Genetik ayam

2.       Menciptakan Kondisi yang mendukung untuk menarik investor

3.       Melakukan pembinaan peternak secara terpadu

W-O :

1.       Pengembangan pola kemitraan antara peternak dengan perusahaan lokal sebagai penyedia bibit

2.       Meningkatkan peran dan fungsi Dinas Peternakan  Kabupaten Rejang Lebong sebagi instansi tehnis  dengan kebijakan yang berpihak kepda peternak

Threats:

1.       Rentannya ayam kampung terkena penyakit menular

2.       Harga pakan ternak yang tidak stabil harganya

 

 

 

 

 

 

S-T :

1.       Pengembangan Kulitas produk ayam kampung

2.       Pengembangan efisien usaha

3.       Peningkatan manajemen sistem pemeliharaan ternak

4.       Peningkatan aksebilitas terhadap pasar

W-T ;

1.       Penerapan tehnologi yang dapat meningkatkan hasil peternakan

2.       Peningkatan produksi hasil peternakan ayham lokal

3.       Pendidikan formal dan non formal dalam peningkatan kualitas SDM

 

 

 KESIMPULAN

          Dari kekuatan, kelemahan,ancaman serta peluang diatas maka dapat disimpulkan stratyegi pengembangan utama ternak ayam kampung/ ayam lokal sebagai berikut :

1.      Pencegahan dan pemberantasan penyakit, ayam kampung yang masih dilepas bebas akan rentan sekali terhadap penyakit uyntuk itu perlu pemeliharaan secara intensif ataupun semi intensif.

Pemeliharaan secara intensif dapat menekan angka kematian ayam kampung

2.      Ayam kampung sering dilihat sebagai usaha sambilan dengan nilai ekonomisnya rendah dan apabila pemeliharaan ayam kampung / ayam lokal sebagai penghasil daging dan telur secara intensif melalui pertbaikan manajemen pemeliharaan ( kandang, ransum dan vaksinasi ) dan peningkatan skala usaha dan permodalan dapat menghasilkan tambahan pendapatan bagi peternak yang lebih besar.

3.      Mengadakan pelatihandan pendampingan kepada peternak/kelompok peternak yam kampung, pelatihan kepada aparat pemerintah dan juga penegmbangan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

4.      Usaha peternakan ayam kampung mutlak membutuhkan fasilitas dari pihak pemerintah ataupun swasta khususnya dalam pengadaan modal kerja, inovasi tehnologi dan kelembagaan perusahaan swasta yang dapat mengendalikan masukan untuk produksi pemasaran hasil.

5.      Keterlibatan pemerintah tidak cukup sebagai fasilitator pasif tetapi harus menjadi inisiator aktif mengingataneka usaha peternakan didominasioleh usaha peternakan rakyat skala kecil.

 

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Peternakan, 2008 Statistik Peternakan 2007. Departemen RI Jakarta.

Gunawan, 2006, evaluasi model pengembangan ayam buras di Indonesia studi kasus Jawa Timur

Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Trehnmologi Pengembangan Ayam Lokal

Zainuddin ( 2008 ) Pengembangan Ayam Lokal dan permasalahan di lapangan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: